Sekilas tentang Kamu ( Part 8 )
“Hom pim pa alaiugambreng, mak lampir pakai baju rombeng, hahahahaha.. Kriseve yang jadi buaya!!!” sorak sorai kami menggema menghiasi langit sore kala itu. Aku masih teringat betapa bahagianya saat dulu. Tertawa tanpa tekanan, yang kutahu hanya bunga-bunga dunia, betapa di hari itu aku sangat tidak tahu apa arti tekanan, putus cinta atau bahkan derita jangka panjang, yang kutahu, hanya derita saat aku yang jadi buaya dan harus berlari mengejar mangsa. “KYAAA!!!! Kriseve... jangan kejar aku AAAA !!!” dengan histeris,aku mencoba menjauhkan diri dari cengkraman Kriseve. Dengan kaki-kaki yang pendek, kupastikan diriku aman karena menjadi buaya hanya akan membuatku gelisah dan menderita. “Aku maunya Au yang gantikan aku..” balas Kriseve yang akhirnya mengundang gelak tawa dari teman-teman kami yang lainnya. Dia sangat suka memanggilku dengan sebutan AU.. Tanpa ada persetujuan,...