Kehadiran di Penghujung Kesabaran ??? ( Part 7 )
Siapa yang suka menunggu? Dan aku hanyalah gabungan dari kepingan keenganan untuk menanti di seluruh muka bumi. Di tempat ini kumenanti tapi bukan untuk seorang kekasih. Kembali kutilik jam tanganku, dia sudah menunjukkan pukul lima sore. Tak biasanya aku menunggu selama ini, mau protes?? Tidak mungkin, bisa-bisa aku dikutuk alam. “Hah?! Terkirim tapi belum juga dibaca...” ungkapku kesal dan juga rasa penyesalan. Mengapa aku selama ini bergantung pada orang lain? Kenapa aku tumbuh menjadi anak manja? Usia sudah 17 tahun, seharusnya sudah banyak kejadian yang membuatku menjadi dewasa. Lalu apa ini? Pengen pulang, tapi nggak tahu mau naik angkot apa. Mmm.. apa sifat manjaku ini salah satu alasan Reian mutusin aku? IH... Kutarik nafas dalam-dalam dan berusaha mencari alasan untuk membuat diriku menjadi kuat. “Tak apa-apa.. jangan cemas... sebentar lagi papa pasti akan data...