Acting Out ( Part 5)
Melangkah perlahan, pandangan fokus dan terarah ..Yak... lurus menatap ke depan.. “lekat-lekat”. Jangan terbawa suasana !!! Mendongak terlalu ke atas menyiratkan keangkuhan. Menunduk menatap tanah melambangkan keterpurukan. Dan kini Reian tak jauh dari jangkauan mataku, “Hei...” dia menyapaku dengan senyuman yang dia sangka akan melunakkan sakit hati. Kini, tersenyumlah Laudy... menghindarinya hanya akan membuat hatimu tak terbiasa. Dan tersungginglah senyuman di wajah. “Mau kemana?” tanyanya saat keberadaan kami kurang dari radius 1 meter. Dan, tetaplah melangkah dengan senyuman, biarkan semua berlalu toh kelasku 3 langkah dari keberadaanku. Dan bye-bye!!! Memanglah benar jikalau terbiasa semuanya terasa baik-baik saja. Cindri tetap jadi bagian kelas tapi salah satu dari kami takkan sudi duduk bersebelahan. Semuanya tampak normal walau dari kacamata tembus panda...