Acting Out ( Part 5)
Melangkah
perlahan, pandangan fokus dan terarah ..Yak... lurus menatap ke depan.. “lekat-lekat”.
Jangan terbawa suasana !!! Mendongak terlalu ke atas menyiratkan keangkuhan.
Menunduk menatap tanah melambangkan keterpurukan. Dan kini Reian tak jauh dari
jangkauan mataku,
“Hei...”
dia menyapaku dengan senyuman yang dia sangka akan melunakkan sakit hati.
Kini,
tersenyumlah Laudy... menghindarinya hanya akan membuat hatimu tak terbiasa. Dan
tersungginglah senyuman di wajah.
“Mau
kemana?” tanyanya saat keberadaan kami kurang dari radius 1 meter.
Dan,
tetaplah melangkah dengan senyuman, biarkan semua berlalu toh kelasku 3 langkah
dari keberadaanku. Dan bye-bye!!!
Memanglah
benar jikalau terbiasa semuanya terasa baik-baik saja. Cindri tetap jadi bagian
kelas tapi salah satu dari kami takkan sudi duduk bersebelahan. Semuanya tampak
normal walau dari kacamata tembus pandang. Kertas, pulpen, juga musik menjadi sahabat terbaik yang kini
kupunya.
Music kini menyentuh sanubari
Menutup telinga di atas
ledekan
Menebalkan hati yang sudah usai
Membutakan mata seolah
pandangan tadi sebuah kehampaan
Atap meneduhkan kepala dari kehancuran
Duduk bersama walau jarak
kini terpisah
Kau di sana tertawa dengan
lancang
Di sana tebarkan duri kasat
mata
Andaikan waktu bisa kubuang
Kan kuhempaskan perkataan
luka dari mulut berbisa
Andaikan telepati cara tuk berbicara
Tiada terjadi dusta dan kau akan tahu dalamnya amarah
Cinta berakhir sahabat tiada lagi
Hidup berjalan melambat,
menua atau mungkin segera sirna
Aku akui tiada rasa yang
pantas diselidiki
Akhiri!!!! coz man is useless
passion
HUFT !!!! sebentar lagi senyum ini
akan memudar kuberharap waktu itu akan segera tiba.
good
BalasHapusThanks Cindi
HapusI always wait your article...
semangat
BalasHapusMakasih kakak buat dukungannya..
Hapus:)