Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2017

Trauma (Part 10)

     Seandainya tiada siang hanya malam saja, pasti takkan pernah lagi kurasa sengatan terik terlebih saat melihat keberadaan mereka yang menyesakkan –Reian dan Cindri-. Aku egois!!! E.G.O.I.S!!!!    “Laudy...” dengan setengah berteriak, Helena adik yang terpaut umur yang jauh denganku – 4 tahun- berhasil memecahkan lamunanku tentang hari-hari berat sepanjang sejarah hidupku.      “Hei... sopan sedikit sama orangtua!!!” balasku datar dan sedikit memerintah.      “Hahahha... tante Laudy,” jawabnya dengan tertawa terbaha-bahak.      “Udah deh... gak kelar-kelar ngomong denganmu, yang ada aku makin keriput,”      “Kkkyahahahahha.... sorry, sorry, habis dari tadi dipanggilin ‘Kak Laudy, Kak Lau, Kak Dy, tetap aja gak nyahut-nyahut, mikirin apaan sih? Masih masalah yang kemarin itu?? Hmmmm siapa itu namanya, mmm.. Re.. mm,”      “Reain??!! IH...Gak sudi !!!”    “Ho!!! ...

Special Moment? (Part 9)

     Terik!!!!      Pulang sekolah yang kutunggu-tunggu berubah menjadi mimpi buruk. Panasnya sangat menyengat, hanya letih, lelah yang bisa kurasakan. Setengah berlari, aku mencoba meninggalkan kesan damai.      “Huh!!! Panasnya.. seandainya aku punya cowok pasti aku takkan melalui hari berat ini,” Eits... aku melirik wanita yang ternyata adik kelasku. Hm.. Cantik!!! Tapi sayang, dia terlalu mengharapkan tindakan manis dari seorang pria yang mustahil untuk didapat! Seandainya dia tahu kalau sendiri lebih baik, dia pasti tidak akan mengharapkan keuntungan dari hubungan asmara. Sepersekian detik, kembali lagi kumendengar ucapannya,      “Duh!!! Ganteng banget kakak itu!!!” Hahahaha dalam hati aku hanya bisa tertawa, di terik siang begini, dia masih mampu memerhatikan cowok yang ganteng? Matanya sangat jeli. Dengan rasa penasaran, aku melirik ke arah cewek cantik tadi memandang. WHAT??? Seketika ja...