Trauma (Part 10)
Seandainya tiada siang hanya malam saja, pasti takkan pernah
lagi kurasa sengatan terik terlebih saat melihat keberadaan mereka yang
menyesakkan –Reian dan Cindri-. Aku egois!!! E.G.O.I.S!!!!
“Laudy...” dengan setengah berteriak,
Helena adik yang terpaut umur yang jauh denganku – 4 tahun- berhasil memecahkan
lamunanku tentang hari-hari berat sepanjang sejarah hidupku.
“Hei... sopan sedikit sama orangtua!!!”
balasku datar dan sedikit memerintah.
“Hahahha... tante Laudy,” jawabnya dengan
tertawa terbaha-bahak.
“Udah deh... gak kelar-kelar ngomong denganmu,
yang ada aku makin keriput,”
“Kkkyahahahahha.... sorry, sorry, habis dari
tadi dipanggilin ‘Kak Laudy, Kak Lau, Kak Dy, tetap aja gak nyahut-nyahut,
mikirin apaan sih? Masih masalah yang kemarin itu?? Hmmmm siapa itu namanya,
mmm.. Re.. mm,”
“Reain??!! IH...Gak sudi !!!”
“Ho!!! Jadi cowok yang baru?? Berbagi dong,
sang ahli cinta ini akan meluruskan benang kusut di pikiran dan hati kakak!”
“Ih !!! Gaya !!! urusin percintaanmu aja
sana... sampai sekarang masih jomblo aja!!!”
“Hahahhaa... begini-begini, adik cantik
hanya tak mau terlihat seperti kakak, intinya melihat kakak, adik udah ngerti
kalau cinta itu membuat waktu terbuang percuma!!! Akhirnya, calon ipar kakak,
adik tolak SEMUA,” aku hanya diam tak mau mengurusi masalah percintaan yang tak
penting ini menjadi lebih dalam apalagi celoteh Cindri yang memang masuk akal.
“Iya deh... kalau nggak mau juga gak apa!!
Gak masalah!!” melihat reaksi dari adik semata wayangku, aku jadi merasa tidak
tega.
“Iya... iya... mmm sebenarnya kakak gak
tahu mulainya dari mana!!” sesaat kemudian aku hanya terdiam menunggu reaksi
Helena, tapi dia tidak seperti ingin mengatakan sepatah katapun, malah hanya
menunjukkan reaksi untuk siap mendengarkan apapun kalimatku selanjutnya.
Melihat hal itu, aku ingin bercanda seperti biasanya, tapi entah mengapa moodku
berubah menjadi serius.
“Kenal Kriseve?”
“Pertanyaan apa itu?? Aku serius kok kakak
malah bercanda?”
“Ini serius Lena, kamu pasti tahu siapa
diakan?”
“Yaelah... justru aneh kalau gak kenal dia.
Si Tomat aja yang anak pindahan langsung kenal abang itu, gimana sih kak? Gak
punya pertanyaan lain yang lebih bermutu ya?”
“Huft... kan sudah kakak bilang kalau kakak
gak tahu mulai darimana, masih mau dengar gak? Kakak jadi patah semangat nih,”
“Iya deh, bawel !!”
“Mmm... Belakangan ini, dia kelihatan
semakin aneh, contohnya nih, kalau dia lewat dari depan rumah, yang biasanya
itu muka datar eh jadi senyam-senyum gak jelas, kakak juga merasa aneh tuh
lihat senyumannya. Pokoknya ngeselin banget deh,”
“Yaelah... kirain mikirin apa. Ternyata
karena bang Kriseve,”
“Ya iya, karena si Is itu,” ujar Laudy
dengan penuh geram,hingga tanpa sadar dia kembali memanggil Kriseve dengan
sebutan “Is” seperti masa kecil dulu.
“Is?? Is adalah,” ujar Helena kebingungan.
“Udah deh, anak-anak tidur aja dulu sana,”
“Apaan sih, kakak yang kekanak-kanakan,
disenyumin aja udah GR sampe batal tidur tujuh malam!!! Yaelah... Bang Kriseve
emang ramah tau, udah ganteng baik lagi, justru aneh kalau abang itu gak
nyamperin kakak,”
“Huft... anak kecil tau apa,”
“Hahaahahha caileh marah dianya.. mmm.. biarkan
sang ahli yang berbicara.. Hmhm.. Bang Eve, dilihat dari sudut manapun, bang
Eve selalu tampak ganteng dan menawan, sudah pasti yang naksir udah pada buat
barisan, kalau kakak kepengen naksir, berarti gak ada kemungkinan dong, soalnya
antriannya udah berisi cewek-cewek cantik, hahahha kakak kalah
bantinglah,” pekik Helena yang membuat darahku mendidih, Hello!!! Siapa yang
suka dia??? IDIH!!!
“Sudah sana, kamu mengganggu aja, udahkan, puaskan?” dengan nada sedikit menekan , aku memaksa Helena keluar dari beranda
kamarku, tentu saja dengan wajah puas dan suara tertawaan yang masih menggema
di sepanjang lorong rumah.
HUFT !!! Membantu apanya!!! Yang ada
darahku jadi mendidih!!! Suka Kriseve?? Ah.. gak mungkin!! Aku tidak suka, hal
itu takkan pernah terjadi, aku hanya sedikit kepikiran. Itu hal yang berbedakan?
Menyukainya sama saja menceburkan diri ke lumpur!!! Mengawali kisah yang
endingnya sudah jelas seluruh penduduk dunia tahu. Hanya PATAH HATI!!!!
Komentar
Posting Komentar