Little Pain in my Big World (Part 4)
Alih-alih
mendapatkan hiburan. Film romantis pasti akan menenangkan kesepian lara.
Titanic? Perlu dicoba ^_^ Di antara deretan filim berbau roman, hanya itu
pilihan terbaiknya. Kenapa?
- Kate Winslet cantik dan Leonardo Dicaprio ganteng.
- SAD ENDING... siapa sih yang gak tahu kalau endingnya Jack bakalan RIP demi sang pujaan?
- Suara emas Celine menggugah suasana terlebih saat lantunan biola saja yang terdengar. WIH... adem juga menyayat.
Akhir perjalanan
mereka membuatku kembali menangis, meskipun hatiku juga sedang berduka tetapi
alasannya berbeda dan itu sangat PENTING!!! Air mataku sama sekali bukan untuk
DIA.
“Huft... nonton
lagi. Titanic? Huft sudah pasti,” Helena adik bawelku. Tanpa mengetuk pintu
kamar terlebih dahulu, dia udah nyelonong dan berujar dengan nada datar
seolah-olah sudah tahu tindakanku di saat sendirian.
“Apa sih...
gangguin orangtua gak baik Hel,”
“Kak? Apa kakak
gak punya film cadangan? Aih... gak bosan? Berulang-ulang, hari demi hari,” tanpa
persetujuan, dia sudah masuk ke dalam dan duduk di sampingku.
“Noh... airmatanya
mau jatuh non,”
“Ih.. sana deh.
Kamu sih gak pake hati kalau nonton, makanya gak pernah nangis,” balasku sambil
mengusap airmata yang masih tanggung buat jatuh ke daratan.
“Punya hati sih
tapi gak ngedramatisir semua tindakan mereka. Lebai deh. Oh iya, kakak hari ini
dimarahi guru? Mmm diledekin teman atauuu diputusin pacar?”
“Hei... yang benar
itu, kakak diledekin teman karena diputusin pacar akhirnya ngelamun di kelas
sampai bu geger ngebentak kakak,”
“Sama aja
kali....”
“BEDA!!!! Sudah
sana... kakak masih mau menghayati hidup sendiri,”
“Widih.... puaskan
menangis hari ini lalu segeralah bangkit. Ingat hanya untuk hari ini,”
“Aih... jangan
terlihat bijak sementara niru perkataan Shanks dong (bagi pencinta one piece
pasti tahu siapa diakan? Ya... dia bajak laut berambut merah yang dijuluki
sebagai Yonkou, dia berkata seperti yang dikatakan Helena saat Luffy (pemeran
utama) khilaf dan hilang kesadaran saat kematian Ace kakaknya. Duh... jadi
panjang),” dengan tertawa senang Helena keluar dan biarkan kakaknya sendiran.
Sendiri sangat
kuperlukan karena saat ini begitu banyak perih dalam hati. Ibaratnya aku tinggal
di satu musim, hanya musim hujan jarum setiap harinya. (WAH!!!! Kayak jutsunya Haku... nah siapa lagi dia? Bagi pecinta Naruto
pasti tahukan? Dia seorang wanita yang bekerjasama dengan Zabuza sang pendekar
pedang dari kirigakure. Mereka lawan bertarung Naruto dkk dalam misi pertama
yang diperkirakan hanya sebuah misi tingkat genin. Dan alhasil??? Siapa yang
sangka bukan?).
Memang menimbulkan luka kecil-kecilan dan aku hanya
bisa memperhatikan darahku setetes demi setetes hingga akhirnya aku berakhir
tanpa darah setetespun . Mati secara perlahan sangat menyedihkan sekaligus
menyakitkan. Begitulah hatiku!!!!
Aku merasa begitu,
entah karena aku masih mendengarkan tertawaan semua orang? Bahkan di saat aku
di sini sendirian?? Biarlah!!! Perasaanku memang layak dikorbankan untuk sebuah
kebahagiaan. Demi aku!!! Takkan ada yang bahagia jika aku membiarkan diriku
terlena oleh luka. Benar kata Shanks, aku harus bangkit!!! Bila bintang di
langit malam teramat indah, apalagi dengan aku dan hidupku, karena aku seorang
manusia. Manusialah makhluk terindah. Benar bukan??? Dan luka ini hanya seujung
rambut tipisnya sementara hatiku sebesar bumi . Jadi pasti akan baik-baik saja ^_^
Oh
BalasHapus:D kutunggu artikelmu
BalasHapusi like it!!!
BalasHapusThanks kakak...
Hapus