Special Moment? (Part 9)
Terik!!!!
Pulang sekolah yang
kutunggu-tunggu berubah menjadi mimpi buruk. Panasnya sangat menyengat, hanya
letih, lelah yang bisa kurasakan. Setengah berlari, aku mencoba meninggalkan
kesan damai.
“Huh!!! Panasnya.. seandainya aku punya
cowok pasti aku takkan melalui hari berat ini,” Eits... aku melirik wanita yang
ternyata adik kelasku. Hm.. Cantik!!! Tapi sayang, dia terlalu mengharapkan
tindakan manis dari seorang pria yang mustahil untuk didapat! Seandainya dia
tahu kalau sendiri lebih baik, dia pasti tidak akan mengharapkan keuntungan
dari hubungan asmara. Sepersekian detik, kembali lagi kumendengar ucapannya,
“Duh!!! Ganteng banget kakak itu!!!”
Hahahaha dalam hati aku hanya bisa tertawa, di terik siang begini, dia masih
mampu memerhatikan cowok yang ganteng? Matanya sangat jeli. Dengan rasa
penasaran, aku melirik ke arah cewek cantik tadi memandang.
WHAT??? Seketika jantungku berdesir
kencang, cuaca yang panas kini bertambah panas. Seandainya bisa, aku akan
pergi ke kutub utara memakai “pintu ke mana saja” milik doraemon!!
“Ngapain dia di sini? Apa dia punya gebetan
di sini?” gumamku tidak jelas, saat melihat Kriseve yang kelihatan sedang
menunggu seseorang tak jauh dari gerbang.
Dengan sigap, aku mencari tempat
persembunyian. Tak bisa dipungkiri ,rasa penasaran dengan orang yang sedang
dinantikan olehnya mengalahkan panas maut yang kuderita saat ini. Tak jemu-jemu aku menatapnya di balik
tembok yang melebihi proporsi tinggi badanku. Detik, menitpun berlalu namun aku
tak mendapatkan jawaban atas keinginan yang kumau.
Dddrrrrttt!!!! Dengan segera aku membuka
pesan sambil melihat kearahnya. Takkan mau aku melewatkan kisah sedetikpun
itu!!
‘Lau...
kamu di mana? Masih di sekolah?’
Sebelum membalas pesan singkatnya, aku kembali meliriknya karena aku takkan mau melewatkan
buruan spesialku, tentu saja Kriseve dan syukurlah jika dia masih di situ.
‘Masih,
di sekolah, kak!! Ada apa ya?’
‘Mmm..
apa kamu melihat Kriseve di sekitar situ?’
‘Tadi
sih iya kak, kenapa ya kak?’ Balasku bohong
‘Oho..
syukurlah. Thanks ya!!’
“Huft.. bodoh, sempat-sempatnya berpikir
yang aneh-aneh, ternyata kakak Wince –wanita penolong Laudy beberapa waktu yang
lalu-”
Dengan sedikit kecewa dan gelisah, akupun segera keluar
dari persembunyian. Tak bisa kupungkiri, kalau aku juga mengharap seseorang yang
ditunggu itu adalah ‘aku’ – lamunan supernova- atau paling tidak orang yang
kukenal di sekolah – hitung-hitung teman baru-. Tapi,
‘Aduh Audy, kok bego amat sih? Kalau keluar
sekarang bakalan kebopongan dong. Aih.. orang-orang udah pada sepi lagi!!??
Nekat amat mau ngumpet pake cara lama begini, Aduh.. gimana dong??’ maki Laudy
dalam hati.
“HUFT.... Biarlah!!!! Gak boleh pasrah!!! Beribu
cara menemui jarum dalam jerami,yaela, mustahil-” aku hanya pasrah dengan kenyataan.
Dengan langkah panjang, aku berusaha melewatinya tanpa menimbulkan kecurigaan.
“AU!! AU!!” dengan berteriak Kriseve
memanggilku, dengan segera akupun menghiraukannya dengan satu tanya,
‘ Au? Sebenarnya dia memanggilku atau
kesakitan sih?” .
“LAUDY!!!” dengan suara lebih kencang, dia
memanggil namaku dengan lengkap. Berusaha seperti tidak terjadi apa-apa, akupun
menoleh sambil menunjukkan mimik sedikit terpana.
“Loh??? Ev? Kamu sedang apa di sini?” ‘Aduh!!!
Kok formal sekali sih??’ Kutukku dalam hati.
“Oh.. kebetulan sekali. Aku lagi nunggu
teman!!” ujarnya sedikit grogi. Mungkin sedikit sulit baginya memulai
percakapan denganku setelah sekian lama. Mungkin saja, apa yang sedang aku
rasakan sedang dia rasakan juga.
“Kalau begitu aku duluan ya?”
“Baiklah!!!”
Dasar!!! Memang dia tak pernah berubah. Gak
tahu perasaan cewek itu sebenarnya seperti apa, setidaknya diakan bisa
mengantar aku pulang. Tega sekali dia membiarkan aku melewati panas seperti ini.
Dasar cowok gak PEKA!!!
Tapi, aku mungkin salah, apa alasannya dia bersikap
ramah? Memangnya aku siapanya dia? Teman juga bukan? HUFT..... Sadarlah Laudy,
kamu bukan siapa-siapanya dia, dan takkan pernah jadi siapa-siapa untuknya!! ‘Tobat
Laudy, berharap pada orang lain hanya akan membuatmu manja seperti dulu lagi
bahkan patah hati seperti waktu itu.’
Tobat.. .Tobat... Adek bng....
BalasHapusHahaha
BalasHapus